Minggu, 11 Januari 2015

Perempuan dalam Cerita Senja

Catatan [4]

Di senja ini. Aku mematung diri. Sembari mendengarkan dendang lagu. Nyaring, memenuhi sudut-sudut ruangan tempat aku tinggal untuk sementara waktu. Sesekali lagu itu keluar dari bibir-bibir basah rekan-rekan atau tamu dari kelompok lain yang sengaja atau tidak mampir di tempat kami. Ya, kami sedang menjalankan tugas kampus yang disebut dengan praktik lapangan, pengabdian pada masyarakat, kuliah di kehidupan yang senyatanya, belajar berbaur memahami kondisi masyarakat, memahami persoalan yang ada di sana dan kami mencoba menjadi penawar atas penyakit sosial itu. 


Kesempatan itu membuatku selalu tidak lupa dengan cerita tentang rasa, catatan hati, dan macam-macam tentang gelora jiwa. Catatan ini akan menyejarah, mengikuti berlanjutnya usia. Aku dan kehidupanku. Dan semoga engkau tahu di suatu waktu.

Cerita ini tentangmu. Cerita senja yang kering oleh hilangnya tawa yang menampakkan barisan semrawut gigimu. Dalam cerita-ceritaku, dalam banyak waktu, kadang seorang wanita tampak manis dengan gigi yang tak teratur. Menjadi bumbu senyum dalam senyum-senyum yang ia lemparkan pada lawan bicara. Dan ketika aku yang melihat, senyummu, senyum itu satu keistimewaan dan salah satu alasan mengapa daya tarik itu harus ada. 

“Padahal aku rindu cara makan kalian,”sendaku pada salah seorang teman.
Rindu itu khusus pada engkau, yang sengaja aku sampaikan padanya. Suatu sebab karena engkau akan selalu ada diantara mereka.

Beberapa hari kita telah tidak makan bersama. Entah karena apa. Yang kutahu hanya karena kemalasan untuk melangkahkan kaki ke tempat makan yang sebenarnya tidak begitu jauh dari tempat peristirahatanmu. Dan ketika itu, akan datang satu utusan, mengambil makanan untuk engkau makan bersama di tempatmu. 

Aku harus memahami, kenyataan inilah yang tengah terjadi. Cerita senjaku, tentangmu yang aku rindu melihat barisan semrawut gigimu saat senyum kita tengah beradu.

Di senja ini aku berkisah lagi tentangmu.

Batang, 10 Oktober 2014 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar