[1]
Ini ada hubungannya dengan cerita tadi malam. Ketika kita di sebuah keramaian. Di Pekan Raya Batik Nusantara Pekalongan. Aku yang perokok beberapa kali kuambil gambarku dengan ragam phose. Phose yang menurut kebanyakan orang termasuk engkau mungkin memalukan. Mirip sakau.
Foto foto itu hari ini berbaris di group karena di posting oleh salah seorang teman kita. Aku merasa malu dan mungkin ada juga anggapan negatif terhadap foto itu terutama ketika engkau yang melihatnya.
Ya, kadang aku berfikir harus membebaskan diri, berekspresi apapun yang aku inginkan. Tanpa berfikir, aku akan merasa malu setelah itu engkau saksikan.
[2]
Ini soal sekat di kelompok kita. Engkau masih ingat bukan! menjelang siang ketika aku kirimkan pesan singkat, menanyakan perasaanmu tentang ini. Aku ingat karena aku yang mengirimkannya padamu. Ya, itu soal kegelisahanku yang kurang merasanya nyaman, jika sesama teman, satu kelompok atau satu komunitas yang tinggal bersama harus menempatkan satu permasalahan tidak pada tempatnya. Sesuatu yang seharusnya selesai di meja permusyawarahan masih harus berlarut, ada bias, ke meja-meja selanjutnya. Ini benar-benar tidak professional bagi seorang organisatoris. Kita telah banyak mendengar dan seharusnya mengambil pelajaran dari posko-posko lain dari masalah yang sama, bahkan lebih parah. Kitapun tak harus ada masalah, semestinya.
Benar, bahwa setiap masalah adalah pembelajaran untuk kita menjadi lebih dewasa dan mengerti hakikat hidup yang mesti harus berhadapan dengan masalah. Namun, di saat orang berbondong-bondong mencari solusi untuk masalah yang dihadapi, haruskah kita mengembangkan masalah untuk menjadi dewasa. Besar karena masalah hanya salah satu jalan. Bukan satu-satunya jalan.
Ku kabarkan itu padamu secara implisit lewat pesan ketika aku sedang di posko teman. Posko 10. Hanya engkau satu-satunya dari cewek yang aku kabari. Yang lain, inginku engkau yang mengabari. Mengapa harus engkau, satu sebab karena aku ingin membangun komunikasi. Ingin menjadi biasa ketika aku bertemu. Inginku bisa meredam rasa saat kita bertemu, bersama, hingga tak ada yang tahu sesuatu yang sebenarnya selalu bergejolak dalam dada.
Ini cerita tentangmu hari ini.
Batang, 13 Oktober 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar