Catatan ini akan aku mulai dari ketika engkau akan memasuki balai desa untuk kegiatan rutin kita, bimbel. Saat itu engkau bersama teman kita Nining, dengan mengendarai motor memasuki halaman. Kusapa engkau dengan candaan, belanja atau tidak malam ini. Bertepatan dengan malam kamis, dimana, warungasem dimeriahkan dengan adanya pasar tiban. Ada keramain di sana. Kusapa engkau karena lebih dari satu kali ketika malam tiban tiba, engkau tampak asik dengan sebagian barang pasar yang tesedia.
“Jenk ipin gak belanja buat pacarnya?”ujar nining. Tak kuingat jawaban ata pertanyaan itu. engkau lantas menimpali.
“Pacarnya kan di sini,”katamu
“Iya, dia pacaraku”kataku pada nining sembari menunjuk engkau. Kulihat engkau tersenyum lalu pergi memasuki ruangan.
Tahukah engkau dan entah karena apa aku dalam risau. Antara senang dan tidak ketika kata itu keluar darimu. Beberapa waktu sepertinya kita telah saling akrab termasuk ketika aku menggodamu, engkau nampak senang, walau yang senyatanya aku tak tahu. Kata itu keluar dari kesungguhan atau hanya gurauan, dan engkau dapat bergurau karena memang tak sedikitpun punya perasaan yang lebih dari sekadar teman. Atau, gurauan itu sebagai satu sinyal bahwa kita memang punya perasaan yang sama, aku dan engkau salaing suka. Ini masih misteri yang belum dapat aku simpulkan.
Malam ini kita duduk berdampingan dalam sebuah rapat kecil di awal malam. Taka da cakap diantara kita kecuali dalam cakap bersama, kecuali setelah enkau menanyakan satu lagu ‘You are Not Alone’ yang dipopulerkan oleh Michael Jackson.
“Gak punya,” kataku. “Laguku hanya dewa dan iwan fals sama dangdut”
Engkau bertanya pada yang lain. jawaban yang sama engkau dapat.
Perbincangan “You are not alone” tak berhenti di situ. Usai rapat dan engkau telah kembali ke tempat tidurmu, lewat BBM egkau memintaku mencarikan lagu itu plus liriknya. Aku selalu siap untukmu dan kusanggupi permintaanmu.
Aku sebenarnya tak tahu maksud lagu ‘You are not alone’. Aku mencarinya di internet dan kutemukan barisan lagu yang engkau maksudkan. Sembari kutunggu lagi itu selesai diunduh, aku mencari dan kudapati lirik lagunya. Lirik itu aku baca dan sedikit mengkaji makna lagu dengan bahasa asing itu. Satu kesimpulan, lagu itu menceritakan kesendirian seseorang, yang ditinggalkan kekasih tanpa ucapa selamat tinggal. Dalam kesendirian itu seseorang menanyakan ‘why?’ dan sudahkah kekasih itu pergi. Seseorang itu berkata That you are not alone
I am here with you, engkau tidak sendiri. Aku di sini bersamamu. Tak kubaca banyak lirik itu. Hanya sekilas dan cerita yang kudapat tentang kesendirian karena ditinggal kekasih tanpa kata goobye. Engkau yang lebih tahu arti baris demi baris dari lirik itu.
Why dan I’m here with you itu pertanyaanku terhadapmu beberapa hari yang lalu. Dengan serius aku pertanyaan itu aku katakan walau dengan nada canda. Apa yang tengah terjadi denganmu. Engkau tak perlu risau karena ada aku disini. “Ahli bedah saraf,” candaku padamu. Engkau mungkin masih ingat.
Jauh di kedalam hati kesimpulan itu aku rombak sendiri. Satu sebab karena tak hanya aku yang berkomunikasi denganmu dalam hari-hari. Ada komunikasi yang tak terbatas oleh jarak yang bisa saja engkau lakukan. Bisa pula orang lain telah menanyakan hal serupa dan bahkan lebih tahu mengenai masalahmu. Dan, ia katakan pula hal yang sama seperi yang pada engkau aku katakan, you are not elone. I’m here with you. Engkaupun ingin sekali memiliki lagu itu.
Dalam aku, engkau dan rasamu masih sebuah misteri yang belum aku tahu untuk siapa. Aku tak ingin terlalu percaya diri berlebihan karena takut akan menimbulkan rasa sakit yang berkepanjangan. Kecuali mungkin setelah engkau baca catatan ini dan hal yang sama engkau katakana padaku. Tentang kita yang telah dalam sama rasa.
You are not alone. I’ here with You
Warungasem, 23 oktober 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar